Minggu, 16 September 2012


NAPAS YANG TERINJAK
( Iwan Setiawan )
Mereka bilang terlalu naïf untuk menanyakan hal itu,
Bagiku tidak …….
Ini penting untukku tahui….
Sekalipun kutahu celamu akan tertuju padaku.
      Tak apalah orang2 menggapmu “besar bahkan luar biasa”
      Dan kau melihatku hanyalah sebagai manusia biasa,
      Itu tak penting bagiku..
Karena ku tahu ku lebih besar dari tubuhku,
bahkan dari dirimu yang sekarang.
Sekalipun aku tak berarti, dan katamu aku adalah pengganggu..
Itu salah, Bodoh!!!
Tidakkah kau ingat apa yang telah kulakukan untuk menyembahmu??
Apakah keringat dariku masih terlalu kurang hingga berbuah maki padaku??
      Andilku tak kau anggap??
      Masa bodoh, bodoh amat….
      Aku sudah lelah menjadi budakmu,
      Budak dengan napas yang terinjak..
Yeyyyy……
Munafik kok dipelihara….
Jari tengahku masih terlalu berharga untuk kuberikan padamu,
Ini belum seberapa.
Wake Up Guys, bukan saatnya untuk terinjak……..
Please, Move On to See new Sunrise..….`
“VIIXVIXXXXII”