NAPAS YANG TERINJAK
( Iwan Setiawan )
Mereka bilang terlalu naïf untuk menanyakan hal itu,
Bagiku tidak …….
Ini penting untukku
tahui….
Sekalipun kutahu celamu akan tertuju padaku.
Tak apalah orang2
menggapmu “besar bahkan luar biasa”
Dan kau melihatku hanyalah sebagai manusia biasa,
Itu tak penting bagiku..
Karena
ku tahu ku lebih besar dari tubuhku,
bahkan
dari dirimu yang sekarang.
Sekalipun aku tak berarti, dan katamu aku adalah
pengganggu..
Itu salah, Bodoh!!!
Tidakkah kau ingat apa
yang telah kulakukan untuk menyembahmu??
Apakah keringat dariku masih terlalu kurang
hingga berbuah maki padaku??
Andilku tak kau anggap??
Masa bodoh, bodoh
amat….
Aku sudah lelah menjadi budakmu,
Budak dengan napas yang
terinjak..
Yeyyyy……
Munafik
kok dipelihara….
Jari tengahku masih terlalu berharga untuk kuberikan
padamu,
Ini belum seberapa.
Wake Up Guys, bukan saatnya untuk terinjak……..
Please, Move On to See new Sunrise..….`
“VIIXVIXXXXII”